Pembumian termasuk bagian instalasi yang paling sering dianggap sepele, padahal perannya menyangkut keselamatan orang dan perlindungan peralatan. Kesalahpahaman umumnya berawal dari anggapan bahwa memasang batang tembaga ke tanah sudah cukup.
Apa yang sebenarnya dilakukan grounding
Sistem pembumian menyediakan jalur berhambatan rendah bagi arus gangguan agar mengalir ke bumi, bukan melalui tubuh manusia yang kebetulan menyentuh bagian logam peralatan. Selain itu, pembumian menjadi acuan tegangan bagi sistem dan jalur pelepasan bagi arus surja akibat petir.
Nilai tahanan yang menjadi acuan
Efektivitas pembumian diukur dari nilai tahanan pembumian, yang dinyatakan dalam ohm. Semakin rendah nilainya, semakin baik jalur yang tersedia bagi arus gangguan. Nilai yang dipersyaratkan berbeda menurut jenis instalasi, sehingga acuan yang berlaku untuk instalasi Anda perlu dikonfirmasi sesuai standar yang relevan.
Yang jelas, nilai ini harus diukur, bukan diasumsikan. Instalasi yang tampak baik secara fisik bisa saja memiliki tahanan yang jauh di atas batas karena kondisi tanah.
Kondisi tanah sangat berpengaruh
Tanah lempung basah menghantar jauh lebih baik daripada tanah berpasir atau berbatu. Karena itu, instalasi dengan konfigurasi yang sama bisa menghasilkan nilai tahanan yang sangat berbeda di dua lokasi. Di tanah yang sulit, diperlukan tambahan batang elektroda, penanaman lebih dalam, atau konfigurasi khusus.
Kadar air tanah juga berubah menurut musim, sehingga pengukuran di musim hujan dapat memberi hasil yang lebih baik dibanding musim kemarau. Ini perlu diperhitungkan saat menilai hasil pengukuran.
Pemeriksaan ulang
Sambungan pada sistem pembumian dapat mengalami korosi seiring waktu, terutama pada titik pertemuan antara logam berbeda jenis. Pengukuran ulang secara berkala memastikan sistem masih bekerja sebagaimana mestinya, bukan sekadar terpasang.
Leave a Reply